Untuk Mu yang Istri sebut Suami

Untuk Mu yang Istri sebut Suami

Membina hubungan dalam berumah tangga itu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, butuh proses untuk menyatukan dua kepala yang memiliki cara pandang yang berbeda. Adakalanya dimasa pacaran salah satu pasangan mengikuti apa keinginan pasangannya, terlihat baik semacam pencitraan, biasa ini terjadi kepada seorang pria untuk wanita, tetapi setelah menikah lambat laun perubahan sikap pun muncul, dari yang semula perhatian, menjadi cuek, yang semula ontime menjadi tdk tepat waktu, yang semula senang membantu menjadi malas, sepertinya pria merasa lega ketika pernikahan telah terjadi, sang pria merasa akan kembali ke kehidupan normal mereka tanpa perlu lagi berpura-pura baik. Yang tadinya Rama bisa burubah jadi Rahwana, heheheh….

Ketika menjalin hubungan sebelum menikah, suara wanita terus dirindukan, pagi, siang, sore, selalu ingin bersama, tetapi setelah menikah suara istri seperti kaleng rombeng, diam salah, bicara pun salah, istri harus begini tidak boleh begitu, istri harus bisa mengerjakan semua urusan rumah tangga, dari A sampai Z, tidak boleh mengeluh tidak boleh marah, jika mengeluh, keluhan suami terasa lebih berat dan banyak, mereka menganggap dipundaknyalah segala beban hidup. Si istri hanya senang-senang saja di rumah, hanya mengurus anak, hanya mencuci, hanya membersihkan rumah, hanya memasak. Padahal jika mereka mau bertukar untuk satu hari apakah mereka sanggup melakukan pekerjaan rumah tangga yang tidak ada habisnya seperti istri ketika mengurus rumah.

Untuk itu bagi para suami, pahamilah keluhan istri, jika istri stress, maka anak pun akan kena imbas, jika istri marah rumah akan terasa panas,  tidak ada senyuman, tidak ada kasih sayang. Ketika istri mengeluh atau kecapaian, jangan memaksakan diri untuk berdebat, memang ketika berdebat suami mungkin akan menang tapi hati istri akan terluka, jika hati istri terluka sembuhnya akan lama, dan itu berdampak pada keharmonisan rumah tangga, tidak bisa para suami memaksakan diri agar si istri cepat baik kembali setelah marahan, karena hati istri akan pulih dengan sendirinya, bukan satu dua hari mungkin bisa tiga atau bahkan seminggu taupun mungkin seumur hidup takkan terlupakan.

Istri itu mitra suami, bukan pembantu suami, ketika suami ingin menjadi raja dan dilayani, maka isrti harus menjadi ratu, karena pasangan raja adalah ratu, bukan raja dan pembantu. Untuk itu para suami, sayangi dan hargailah sekecil apapun pekerjaan istri. Jangan jadikan ibadah istri dalam rumah tangga menjadi sia-sia karena istri merasa tidak puas dan kurang bersyukur dalam berumah tangga, Gampang kok cara nyenangin istri, ga susah, cukup dengan suami baik aja, berkata santun dan sopan, setia, loyal kepada keluarga, beri perhatian,  beliin makanan kesukaan istri atau jilbab yang istri senang, bungkus dengan kertas kado kasih ucapan, I Love U pasti istri sudah merasa senang dan berbunga-bunga, bagi suami yang budget nya kurang??? Cukup dengan ucapan aja, “terima kasih”setiap istri selesai mengerjakan pekerjaan rumah  atau peluk istri juga sudah bisa membuat dunia ini jadi milik berdua…

Share: